Berencana menapaki hidup santai sebagai pewaris jahat, Ouga Vellet—putra sulung keluarga Vellet yang terkenal korup—justru berakhir terdeklamasi sebagai santo! Ouga, yang terlahir kembali setelah sempat dimanfaatkan karena kebaikannya di kehidupan sebelumnya, kini memutuskan menikmati peran sebagai pewaris nakal yang tak kenal ampun. Dengan ambisi membara, ia menumpahkan segala upaya pada “tirani” demi mencapai tujuannya: kekuasaan. Ia menipu kapten ksatria perempuan yang diusir, menjadikannya pion dalam rencananya. Mengincar harem, ia berpikir membantu gadis‑gadis rakyat jelata yang tertindas akan membuat mereka mudah menerima dirinya. Bahkan ia menaruh harapan pada dunia bawah tanah, berencana memeras para penjahat dulu. Koneksi pun menjadi kartu andalan, sementara ia menargetkan puncak prestasi di Magic Academy, membayangkan hari‑hari menjadi penguasa santai (+upaya) di bawah naungan keluarganya.
Namun, tak disangka, segala kelakuan “sombong” Ouga justru menuai pujian berderet: “Wah, Ouga‑sama, luar biasa!” Reputasinya melambung tanpa ia sadari, dan penilaian itu perlahan melampaui kendali sang protagonis. Ia belum mengerti bahwa pujian‑pujian itu akan berujung pada sesuatu yang jauh lebih besar—sebuah kesalahpahaman yang menjadikannya “santo” meski ia sebenarnya pewaris jahat. Di mana arah cerita ini akan berlabuh? Sebuah kehidupan yang terbungkus dalam kesalahpahaman, di mana sang “saint” muncul dari kebingungan identitasnya, kini siap menguak tirai penuh teka‑teki.




