Buddha Cafe
Bookmark
7
Status Hiatus
Type Manga
Released 2017
Author Kobayashi Roku
Artist Kobayashi Roku
Posted By
Posted On
Updated On
Views ?

Buddha Cafe

ぶっカフェ!, Buccafé!

Sinopsis Buddha Cafe

Kejeniusannya dalam merangkai cerita, keahlian visual yang tak tertandingi, serta kemanusiaan yang hangat—semua itu mekar sempurna dalam epik kehidupan Siddhartha karya Osamu Tezuka. Tanpa bertele‑tele, Tezuka menunjukkan betapa dalamnya pemahamannya tentang sang Buddha dengan menempatkan ajaran‑ajaran itu dalam konteks yang hidup. Ia menyoroti gerak, aksi, emosi, dan konflik ketika pangeran Siddhartha melarikan diri dari istana, menelusuri daratan India, dan menantang praktik‑praktik Hindu seperti penyiksaan diri secara asketik serta penindasan kasta. Bukannya menyuruh pasrah dan tak berdaya, Buddha versi Tezuka menegaskan bahwa pencerahan muncul dari menyadari keterkaitan segala makhluk, menumbuhkan belas kasih pada penderitaan, serta menata hidup secara masuk akal. Segmen‑segmen filosofis pun disulam rapi ke dalam situasi‑situasi interpersonal, dibalut dengan dinamika visual yang memukau sehingga pembaca tak pernah kehilangan fokus. Perlu diingat, Tezuka sendiri lebih condong pada humanisme daripada Buddhisme, jadi karya monumentalnya ini bukan propaganda melainkan sebuah eksplorasi—mirip dengan novel Hermann Hesse atau film Bertolucci. Bahkan, pendekatannya terasa sedikit tak hormat karena menyelipkan humor, sesuatu yang sering dihindari oleh kritikus Barat. Catatan: memenangkan Bungei Shunju Manga Award tahun 1975, serta Eisner Award untuk Best U.S. Edition of International Material pada 2004 dan 2005.