Setiap tetes darah keluarga ini ternoda dosa. Mereka adalah wujud kontradiksi—tenang namun gila, ingatan mereka luar biasa namun sering melupakan. Mereka bersumpah pada impian namun mudah berkompromi, malaikat sekaligus iblis… Itulah mengapa aku benci mereka, sekaligus mencintai mereka. Satu-satunya harapan keluarga itu, seorang pemuda berdarah elf dan demon, melangkah di medan pertempuran yang dipenuhi kehancuran dan kelahiran kembali. Ia menembus lava yang mendidih dan kedalaman beku, menebas satu demi satu di ladang keputusasaan itu demi menumbangkan sosok megah yang berada di depannya. Suatu hari ia akan menggenggam pedangnya erat-erat, menatap sekeliling, hanya untuk menyadari tak ada lagi musuh yang tersisa.
Warna
Bookmark




