Berdasarkan kisah klasik *Journey to the West*, *Demon‑Slaying Chronicles* mengubahnya menjadi sebuah narasi baru di mana empat tokoh utama bukan lagi peziarah yang menapaki jejak kitab suci, melainkan pembasmi iblis yang berani menantang kegelapan. Penulis menafsirkan cerita ini sebagai perjuangan empat pahlawan yang melangkah bebas demi keadilan, tak gentar pada kekuasaan atau status, dan jelas bukan demi “kebaikan yang lebih besar” yang abstrak. Dari *White Bone Spirit*, *Sea Spirit*, *Nine‑Headed Beast*, *Azure Lion*, *White Elephant*, *Great Peng*, hingga pertarungan maut melawan *Hundred‑Eyed Demon Lord*, semuanya dilakoni semata‑mata demi keadilan, bukan sebagai ujian atau rintangan dalam mengumpulkan teks suci. Di sini dibedakan dengan tegas antara menjadi peziarah yang mengejar tujuan tak berwujud versus menjadi pembasmi iblis yang tujuan dan aksi‑nya lebih mudah dipahami. Dan keempatnya memilih jalan yang kedua. Seperti yang diucapkan Jiang Liu’er kepada Buddha: “Aku hanyalah seorang biksu sederhana, dan jalan kami memang tak pernah bersinggungan.”
Warna
Bookmark
Status Ongoing
Type Manhua
Released 2016
Author DENGANG
Artist DENGANG
Posted By
Posted On
Updated On
Views ?




