Setelah terbuai melukis sampai lupa makan, Togo tiba‑tiba terbangun di dunia misterius yang dipenuhi keanehan dan keajaiban. Sialnya, perutnya hampir tak bersuara ketika ia menyadari semua yang digambarnya menjadi nyata—dari hidangan lezat hingga monster mengerikan, apa pun yang ditorehkan Togo langsung hidup. Dengan menggambar masa depan baru untuk dirinya, siapa sangka ia bisa menemukan tempat yang memang miliknya, atau justru dunia baru ini menyimpan rencana lain yang tak terduga?
*”Let’s eat a pie in the sky”* awalnya berjudul dalam bahasa Jepang Kyou mo e ni kaita mochi ga umai (Painted rice cakes taste good today). Di Jepang, “e ni kaita mochi” adalah idiom yang berarti sesuatu yang tak bisa dimakan, alias impian yang tidak realistis atau khayalan semata—mirip dengan idiom Inggris “pie in the sky”. Jadi cerita ini tentang memakan mochi yang dilukis sekaligus mencintai ideal‑ideal yang tak praktis. Walaupun tak ada pai sungguhan dalam alur, semoga kamu tetap menikmati bacaan ini dengan pemahaman itu.
— Dari sang penulis
*Original Web Manga*




