Musim 1: Hwasan yang tampak lemah tak pernah terbayang sebagai prajurit di garis depan. Sebaliknya, ia adalah sosok cemerlang yang lolos ujian negeri dua kali berkat akhlaknya yang luar biasa, sekaligus dihormati karena jaringan luasnya dengan raja‑raja dan pejabat‑pejabat penting. Namun identitas aslinya tak lain adalah pewaris tunggal sekte HwaSan. Hari‑hari ia menghabiskan waktu di kamar, tenggelam dalam buku‑buku, dan bila harus keluar hanya untuk menyapu halaman atau melakukan olahraga ringan. Suatu malam, ia mengejutkan semua orang dengan melompat ke medan pertempuran demi menyelamatkan disiplin sekte HwaSan, beradu di garis depan. Pada saat itu, lereng tempat sekte berdiri terbakar habis, menelan gerbang masuk mereka. Sekelompok “master palsu” muncul, membantai semua murid, bahkan yang masih muda. Menanggapi itu, Hwasan menampilkan kemampuan bertarung yang luar biasa, menumpas para penyerang dan melindungi sisa murid sekte. Untuk mengungkap dalang di balik serangan serta tujuan mereka, Hwasan mengumumkan jati dirinya ke dunia. Setelah bersembunyi berabad‑abad, kini pejabat tinggi dan kekuatan kuat saling berperang, runtuh di depan matanya, menjadikan sekte HwaSan sebuah kekuatan yang tak terbantahkan.
Musim 2: Pewaris Kuil Shaolin, Sung‑chang, memiliki otak jenius yang mampu menghafal seluruh rahasia Janggyeong‑gak, namun tubuhnya rapuh tak memungkinkan ia memanfaatkan pengetahuan itu. Demi menunaikan tugas mewariskan visi Kuil Shaolin kepada generasi berikutnya, ia berusaha melarikan diri dari Shaolin yang diserang oleh Kultus Cheonma (Demon), namun justru terjerat dalam krisis. Tiba‑tiba terdengar suara tak dikenal. Ia mengira dirinya telah mati, namun mata kembali terbuka di tubuh Yang Ryun‑jin, seorang anak laki‑laki yang terkubur selama tiga ratus tahun sebagai korban persembahan Hukum Besar Yeokcheon. Dari situlah dimulailah hubungan hidup‑berbagi yang tidak nyaman antara dua jiwa: Sung‑chang, biksu berprinsip lama yang menjunjung kebenaran, dan Yang Ryun‑jin, biksu terjatuh yang ternoda oleh keserakahan tak berujung.




